Friday, September 28, 2007

Emsi Cabutan...

"Bhakti, bisa kan ya bantu buat jadi MC acara buka bersama nanti sore?"
"Ha?!...mmm...emangnya nggak ada yang lain tha mas?"
"Tadi aku udah tanya Ismail...nggak mau. Mas Budi...masih kurang PD katanya...nggak biasa ngomong di depan umum..."
"Lha aku juga mas..."
"Gapapa Bhakti...ya ya...oke ya..."
"mmm..."

Iya si emang aku membernya RMT Social Organization...iya si aku harus mendukung program2 dan acara2nya organisasi ini...
Tapi...
Tapi kan...
Keterlaluan...
Masa aku diminta tolong bantu jadi Emsi cuma 2 jam sebelum acara???
Emangnya aku Emsi profesional apa??? orang mas2 yang udah lebih senior aja pada nggak sanggup (baca:nggak mau-red).
Lalu...dengan berat hati...Akhirnya aku niatkan untuk membantu acara sore itu. Tapi...niat saja tidak cukup tentunya...Aku tetap harus memberanikan diri untuk berdiri di antara rekan2 sekerja beserta keluarga. ^_____^ . tanpa persiapan apa pun, tentunya.
Mungkin persiapannya cuman satu, yaitu siap2 malu. Hihihihi....



mmm...
Hehehe...akhirnya acara dimulai setelah 15 menit molor dari rencana...biasa lah orang indonesia. Di undangan katanya mulai jam 5, dah jam 5 lewat 15 blum dateng sumua undangannya.
Bismillah...
Sempet kikuk...Sempet takut salah...Sempet agak lupa2 nama orang (Sampe lupa namanya mas Darwin coba. ya ampyunnn...Kenapa tu ya? mungkin karena gregori. Maklumin aja deeehhh...).



Alhamdulillah setelah agenda pertama, aku bisa lebih relaks. Semakin deket waktu buka, semakin banyak temen2 plus keluarganya yang berdatangan. Setelah Pak ustadz selesai kultum, kita2 siap2 ambil ta'jil.



Karena kurang sigap, akhirnya aku kehabisan martabak mini goreng, kehabisan pastel goreng...hiks...Ternyata persaingan ketat choy...
Tapi nggak papa...
Yang penting, Mission sore ini accomplished : being berarti.


Melakukan sesuatu yang berarti untuk diri sendiri dan orang lain adalah sebuah value yang penting dalam hidup kita. Bayangin aja kalau kita, ada dan keberadaan kita sudah tidak lagi memberikan arti untuk diri sendiri dan orang lain, betapa hampa jadinya?

Oia, ada 2 value lagi yang bisa diambil dari kejadian ini;
1. we can do anything if we have the belief to ourselves
2. Sesuatu yang besar harus dimulai dari sesuatu yang kecil dan sesuatu yang kecil harus dimulai dengan keinginan yang besar untuk memulainya. ^______^ . Setuju kan???
[]

Thursday, September 27, 2007

our TiMe

Kita pasti mati.
Hakikat kita ada di sini adalah untuk bersiap.
Orang yang beruntung bukan berarti orang yang hidup lebih lama.
Orang yang beruntung adalah orang yang bisa mempersiapkan diri untuk mati dengan sebaik2nya, dengan usia yang berapa pun panjangnya.
Kadang tak kita sadari betapa waktu tlah lama kita lalui, kadang tanpa hal yang berarti.
Mulai saat ini, mari azzamkan di dalam hati.
Selalu gerakan tangan, kaki, mata, hati, pikiran, untuk berbuat yang terbaik untuk mengisi waktu yang masih tersisa.

[]

Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik


Artikel ini ku "ambil" dari Kajian Muslimah online, sebuah artikel yang mengingatkan kita para wanita, calon istri dan para istri.
Waktu pertama kali baca judulnya langsung tertarik pengen baca isinya...ya iya laaahhh...siapa si yang nggak pengen tau rahasia biar kita jadi istri yang menarik???So girls, selamat membaca, interospeksi diri dan melaksanakan apa2 yang belum kita punya. Untuk yang belum jadi istri, nggak ada salahnya kan mempersiapkan diri...^______^
Thanks to Kajian Muslimah Online...

Pemateri: Ust. Adi JM (id: adijm2001)
*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 25 Jan 2007



Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. From a distance, mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu relatif.

Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable. Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:

1. Ramah dan murah senyum
Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana "kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu" menghiasi relung jiwanya.

2. Optimis dan ceria
Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.

3. Penyabar dan teguh hati
Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,"Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak donk sama suami ...." Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.

4. Penyayang dan pemaaf
Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far, menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.

5. Empatif dan ringan tangan
Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.

6. Aktif dan produktif
Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.
Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.


7. Cerdas dan kreatif
Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.

8. Tekun dan ikhlas beribadah
Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.

Tuesday, September 18, 2007

Ini makanan-minuman kesukaanku...^______^

Hampa Terasa

Monday, September 17, 2007

Ramadhan 1428 H


Assalamu'alaikum...


Ramadhan 1428 Hijriah tlah datang...
Tak terasa 5 hari sudah berlalu...

Hayo...buat yang suka marah2...kurangi ya marah2nya
Buat yang suka makan...gampaaaanggg...tinggal di re schedule aja makannya
Buat yang suka masak? wah...mau dong dimasakin...
Buat yang suka usil ngisengin orang, hayo...jangan sering2 yah...
Buat yang suka nggak sabaran, cobalah untuk lebih bersabar...
Buat yang suka boong...kurangin ya boongnya...
Buat yang suka ngomongin orang alias ngerumpi...mmm....coba dikurangin juga kalo bisa...
Nah...ini ni
Buat yang suka tidur...?
"Sesungguhnya, tidur di bulan puasa itu lebih utama/lebih baik daripada melakukan maksiat atau melakukan hal2 yang tidak 'disukai' 4JJI" (dikutip dari perkataan seseorang ;))
Tapi biar nggak nyesel nanti pas malem takbiran...
Hendaknya kita mengisi tiap detik di bulan yang mulia ini untuk melakukan amalan dan beribadah.

So...
Selamat puasa ya temans...
Selamat beramal shalih...
Selamat beribadah...
^_______^

Sunday, September 9, 2007

Aku

aku?!
aku adalah orang yang paling berhak atas diriku.
Iya kan?
Kadang ingin rasanya berkonfrontasi dengan mereka,
Orang-orang yang memicingkan mata terhadapku.
Orang–orang yang tak sabar menanti pembenaran atas pemikiran dan pengetahuan mereka yang sempit dan picik mengenai seorang aku.
Menganggap aku manusia yang sok-sok berlagak jadi malaikat.
Mencari-cari kesalahan untuk dicaci.
Mereka sendiri yang menyangka aku (sok-sok berlagak jadi) malaikat!
Aku manusia!
Yang memperbaiki dirinya.
Mendapati jalan ini sebagai jalurnya, menuju cinta Sang Kekasih,
Tuhannya.
Mmm…
Mungkin, agar sedikit berbesar hati, ada baiknya terus mengingat kewajiban atas pemenuhan hak diri.
Belajar…belajar…belajar…dan terus memperbaiki diri…tiada henti!!!
akulah manusia yang mencari kebenaran
akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiaannya di tengah manusia
akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif
akulah wanita merdeka yang mengetahui rahasia wujudnya, maka ia berseru,”sesungguhnya, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku untuk Allah, Rabb semesta alam…"
inilah aku.
Dan kamu, kamu sendiri siapa?
[]

Betapa berartinya untuk menjadi berarti...

Hari ini aku jadi kian sadar
Betapa tiap kita harus memiliki arti
Kita dicipta, bukan sekedar untuk mewarnai dunia
Tapi,Juga melukis kanvas kehidupan yang telah tersedia.
Milikku, juga kamu.
Mungkin dulu pernah, warna-warna kehitaman tergores dalam hari
Oleh diri juga yang lain di sekitar ku.
Pernah juga, warna jingga terang, semburat merah menyala
Menerangi komposisi warna di sana
Karna bahagia ku, dan hadir yang lain di sekitar ku
Terkadang juga hampa...
Seperti yang detik ini sedang terjadi.
Saat diri berkata,
Sinar ini sedang redup...
Tak ada asa tuk goreskan kuas di atas kanvas.
Maka tak jua datang sahabat, kekasih hati, bahkan siapa saja
Menyapa, duduk bersanding dan berbagi warna.
Dan tak juga ada, sahabat, kekasih hati, bahkan siapa pun...
Yang sempat tersapa...
Hingga kelu saat bersanding...
Walau ingin rasanya selalu mewarnai hari-hari yang lain di sekitar ku
sahabatku, kekasih hatiku, siapa pun kamu....
Aku ingin berarti.
Sungguh ingin menjadi berarti...
Percayalah...
Aku,
Mau selalu berarti.
Agar aku, warnaku, ceriaku, muramku,
Bisa selalu jadi bagian dari kanvas hidupmu.
Dunia dan peradaban manusia,
Aku ingin berarti...
Agar aku, adaku, karyaku,
Bisa selalu jadi bagian dari sejarah kehidupan manusia.
^_^ Feb 27,06

Gundah akan Hampa di Sana

Berjuta bait puisiku terpenggal,
Tak terselesaikan
Tak sanggup tunjukkan indahnya,
Buat apa ?
Tak lagi berguna.

Pekat hawa cintaku tertahan,
Tercekat kedalaman palung hati,
Tersangkut kerikil-kerikil kecemasan,
Tergenangi lautan keserakahan jiwa atas keangkuhan
Bertepikan pada bongkah demi bongkah amarah
Membelenggu, tak lepas…

Sampai hati bertanya,
Tersakitikah ia?
Jiwa yang terjajah hatinya
Letihkah teruskan langkahnya?
Dia tak berkata-kata
Tidak ada jawab buat semua Tanya
Dalam diam terpendam sgala pedihnya
Dalam…
Tak terselamkan.

Saat gejolak tak lagi hanya gejolak,
Tumpuan tak lagi sanggup jadi tempat berpijak.
Batasan-batasan naluriah telah terlampaui keberadaannya
Keseimbangan dinamis hilang…
Jiwa itu pergi,

Dia jatuh bersama daun kering musim gugur
Terbang bersama kumpulan kupu-kupu dipagi hangat musim semi
Membeku bersama gumpalan salju dimusin dingin
Tenggelam bersama matahari musim panas.

Sampai kering air mata,
Sampai lelah hati tangisi smua, sesali smua

Hati ini bisu, kelu…
Tanpa pendaran lentera hati itu,
Berjuta bait puisiku terpenggal
Tak terselesaikan
Tak sanggup tunjukkan indahnya,
Buat apa? Tak lagi berguna.
[]Bew,May, 23rd 2003

Untukmu : Aku atau Dia

Saat cinta bening mengalir dari mata air keteduhan di kedalaman hati,
Saat kepasrahan abadi menyinari senyum tulus sang bidadari,
Sayang,
Sebening itulah cinta ini,
Setulus itulah pasrahku pada takdir ini,
Aku,
Dalam belenggu kecaman yang sangat atas cintanya padamu,
Tertunduk meringkuk sesali semua.
Aku telah pergi tinggalkan cintamu pada hati ini, dulu…

Kini, aku berserah pada kehendak cinta atas hati ini.
Mungkin akan terus mengalir …
Mungkin akan tersimpuh tertegun,
Menerawang dan hanya terus memandang
Kenapa begini rumit ?
Bukankah akar pohon ke-akuanmu telah robek jaring sutera dalam hatiku?
Bukankah semua sudah begitu jelas terpetakan?
Hingga tegas terlihat
Betapa cintamu telah luluh lantahkan infrastruktur kota cintaku?
Betapa telah kau penggal keindahan hari-hariku.

Namun,
Dalam pengembaraanku, telah aku dapati, kenyataan yang terus membuat ku lemah terkulai.
Aku tak ingin yang lain.
Setiap kata terucap hanya padamu.
Setiap ketulusan dalam senyum ini hanya untukmu.
Setiap detik kebahagiaan tercipta karenamu.
Akankah aku sanggup terus begini?
Karena dia mencintaimu,
Dan aku?
Haruskah tetap berdiri memandangi indah cintamu?
Ataukah…
Atau aku harus berlari mengejarmu yang tidak akan pernah menungguku?
Atau aku harus berteriak memanggilmu yang tak akan pernah mendengarku?

Atau mungkin,
Biarlah aku tetap disini,
Dalam pengembaraanku atas cintamu,
Dalam penyelamanku atas indahnya jiwamu?
Karena dengan itu aku bisa bertahan dalam senyum tulusku,
Hanya itu saja yang aku mau,
Hanya ingin merasakan hangatnya sinarmu
Putihnya hatimu
Cerahnya tiap pagimu
Indahnya kedewasaan yang sabar

Hanya itu,
Dan hati ini akan terus berdetak…
Untuk cintamu…

[] Bew,Sept,17th 2003

Simponi Bisu Hati yang Retak

Dulu,
Aku pernah sempat bikin cerita panjang (terlalu panjang untuk disebut cerpen.hehe...-red), judulnya Simponi Bisu Hati yang Retak.
Ini dia gambar covernya (rencananya mau di print untuk di jadiin buku, biar kaya novel gitu...)

Ada penggalan2 yang aku suka.
Bait2 kata dari pemeran2 utamanya, Dito Yudhanto dan Ghina Widyasari.


Asa dari Sang Pujangga

Mentari itu merah, sedang hati mulai menghitam,
adakah sapa dalam tangis berkepanjangan?
seorang dara di ufuk rembulan, bebaskan diri tuk lari jauh,
lalui malam dalam kesendirian,
hingga datang tali-tali harapan,
menguatkan dan terus menemani,
sampai datang satu masa nanti,
berikan hati dan sekuntum melati.
Dito 08131809XXXX
16:10
6-Feb-2005



Biar Kata Terangkai, Meski Harap Tak Tersampai
Aku,
Saat ini dan selamanya,
Ku sanjung engkau dengan cintaku duhai lelaki di selimut gelisah...
Ku sokong engkau dengan adaku duhai kekasih jiwa...
Tidak seperti pecinta yang haus…
Tidak seperti perindu yang lelah…
Aku mereguk seluruh indahmu dalam detik hariku.
Dalam sendiriku…
Dalam rintih do’a ku
Aku berjalan beriring dengan langkahmu…
Buat aku banyak belajar.

Aku,
Dalam lengah aku bertafakur memikirkanmu
Dalam lengah aku bertanya kabarmu
Dalam lengah hati mengingatimu,
Mimpi…
Kenapa hadir sang kekasih yang usang sudah jejaknya dari hari?
Kau…
Kenapa bisa ada dalam mimpiku?
Tidurku yang hanya sejenak itu,
Kenapa ada kamu?
Maafkan jika mulai saat itu aku kembali teringat akan kau...
Maafkan…
Aku tak berhak, bukan?
Saat sadar, akupun pergi lagi…
Agar jauh dari keingintauan tentang kabarmu.
Cinta memang pengorbanan, bukan?
Maka,
Jangan pernah berharap bayangmu bisa hilang dariku
Jangan pernah usir aku dari tempat ini…
Tempat aku berdiri, mematungkan cinta yang hanya padamu…
Dua hari lalu sekawanan burung terbang di atas kepalaku
Bercengkrama dengan angin, sejenak saja.
Lalu ada satu, terbang rendah, hinggap di samping tempat berdiriku…
Ia bisikkan kabar tentangmu kepadaku.
Sepeninggalku, kau masih mencari
Mencari yang tak kau temui di diriku.
Benarkah itu?
Hanya ku yakini saja dalam hati.
Malam tiada dapat menolak hadirnya rembulan, bukan?
Serupa dengan ketidaksanggupan angin untuk berdiam, tidak terbang mengelana.
Maka biar aku terima saja.
Dalam, aku artikan semua, namun aku tetap akan sembuh dari luka.
Lalu kini,
Ada kabar apa dari hatimu?
Ada kabar apa dari pencarianmu?
Berbagilah denganku
Agar tak lagi aku mematungkan cinta ini hanya padamu.
Biar aku bebaskan lagi jiwa,
Jika kau memang sudah temukan setengah jiwa yang kau cari.
Maafkan aku yang tlah dungu menata hati ini…
Maafkan,
Karena sebelum dua hari yang lalu,
Aku masih saja anggap kau, dirimu, hatimu, adamu,
Adalah yang terbaik untukku.
Maafkan.
[]

Ghina Widyasari; untuk seorang Dito Yudhanto yang ku kenal...
6 Mei 2005

Sempet juga melansir sebait kata2 tak biasa dari novel Laila-Majnun...

Kutapaki tanah di belakangmu
Agar kelak, suatu hari
sesuatu mengembalikanku kepadamu

(Penggalan, Kisah Cinta Laila-Majnun)


Kbetulan kmaren buka2 file2 jaman dahulu kala, nemu salah satu hasil karyaku ini...Senangnya...
Kapan ya bisa bikin sesuatu seperti ini lagi?

Saturday, September 8, 2007

Belajar Jadi Blogger Yuuuk...

Semalem, setelah sekian lama nggak nge-net, akhirnya aku memuaskan diri dengan update dan buka2 account FS. Dah gitu browsing ke sana kemari, sampe bingung...Ngapain lagi yah?!
Pengen sesuatu yang baru.
Sesuatu yang bikin nge-net makin seru.
Akhirnya setelah terinspirasi oleh salah satu temenku, aku bulatkan tekad untuk aktip menulis lagi, setelah sekian lama nggak produktip. hehehehe...

Pengen punya blog yang unik dan seru, lengkap dan gw banget....tapi kayanya masih perlu belajar...
^_____^