Pesona rampai begitu menawan
Berputar-putar di jantung Kanda
Kubiarkan hati ini tertawan
Sembah kuberi buat Adinda
Entah kenapa gundah kurasa
Mengenang wajah selalu ceria
Entah kenapa debar terasa
Mungkinkah hati tersengat rasa
Inikah wewangianmu yang tercium
Ataukah Achraz Zapota begitu menyengat?
Inikah parasmu yang memikat
Ataukah Balqis menitip dikau?
Inikah pertanda sayang buat seseorang
Ataukah angan yang takkan pulang
Sadjak ini kutulis
Saat langit tiada benderang
Bintang-bintang enggan menari
Bulan lesu menunduk
Entah ini sadjak cinta pujangga?
Ataukah rasa tiada berbalas
Karena jalan panjang beruas
Entah ini sadjak cinta pujangga?
Ataukah malam ingin bicara
Karena sepi tiada terkira
Sadjak ini kutulis karena ku butuh Dinda
Kala langit tiada benderang, Bintang-bintang enggan menari,
Bulan lesu menunduk...
Cukup,
karena sayang selalu untuk Dinda...!!
(sebentang ruang hanya kau dan aku...)
[]
*Menerbitkan karya seorang teman, dengan izin.
Monday, October 8, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 komentar:
Post a Comment